Pendaftaran SDIK (Sekolah Dasar Islam Karakter) As-Sunnah

AudQRf1-hxqcoO9H2Cvdqwh8KSzW4AM3a9b6EzlhghoU

بسم الله الرحمن الرحيم

Pendaftaran SDIK (Sekolah Dasar Islam Karakter) As-Sunnah

Alhamdulillah segala puji bagi Allah atas segala kemudahan yang telah diberikan. Shalawat beriring salam kepada Baginda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-

SDIK AS-SUNNAH (Madrasah Banin As-Sunnah), mulai tanggal 19 Syawal 1436H (4 Agustus 2015) membuka pendaftaran siswa/santri baru Kelas 1 untuk tahun ajaran 1436H/1437H (2015M/2016M)

Target KBM:
1. Hafalan Quran 1 juz/tahun (mulai kelas 2)
2. Hafalan lulusan min. 5 juz
3. Menguasai Bahasa Arab Dasar (percakapan hari2)
4. Penguatan karakter/akhlak Islamy
5. Mampu mengikuti Ujian Nasional

AnXpzILiVAlGtwo8ZDAuCxLaF1LG1E5ChGGZwGdbqOo4

Fasilitas :
1. Ruang belajar nyaman
2. Ruang pustaka & buku2 yg terus dilengkapi
3. Ruang audio visual untuk setoran

Lokasi:
➡ Kelas 1 & 2 Ruko no. 375 Jl. Dr. Mohammad Hasan Lamcot Aceh Besar (Seberang ve ai pi Cafe)
➡ Kelas 3 sd 6 Ma’had As-Sunnah Lampeuneurut

☑ Syarat pendaftaran:
1. Mengisi formulir pendaftaran.
2. Usia minimal 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2015 (khusus laki2)
3. Fotokopi akta kelahiran
4. Fotokopi KK
5. Fotokopi ijazah TK/TKIT atau sederajat

Formulir dapat diambil (bebas biaya) di Sekretariat Ma’had As-Sunnah Lampeuneurut, atau menghubungi Abu Zaid 081360129967 (sms/WA)

assunnah.sdik@gmail.com

Mohon disebarkan!

AjPLYMiKUSOzY7gcmW1MAjf9Fbh1cSJXpoqM0gnxMtsT

Pemerintahan Daud Beureueh Di Aceh Memurnikan Tauhid, Melawan Syirik dan Bid’ah

naskah-maklumat-bersama

Maklumat Bersama

Kami ulama ulama Atjeh, Pengurus2 Agama, Hakim2 Agama dan Pemimpin2 Sekolah Islam Keresidenan Atjeh yang berlangsung mulai tgl 20-24 Maret 1948 di Kuta Radja.

Memperhatikan

Bahwa hal – hal jang tersebut di bawah ini jaitu :

  1. Kenduri kematian ( kenduri pada hari kematian, kenduri djirat, kenduri seperti seunudjoh dan sebagainya.
  2. Kenduri Maulid seperti jang makrup dan banyak di kerjakan di zaman lampau.
  3. Kenduri pada perkuburan ( seperti pada perkuburan Tgk Di Andjong, Po tjut Samalanga, Po Tjut Di Barat dan sebagainya. Kenduri di tepi laut, di babah Djurung di bawah pohon pohon jang besar di hutan dan sebagainya jang menurut anggapan penduduk untuk melepaskan Nazar dan Tulak Bala.
  4. Memberi sedekah pada hari kematian ( sedekah waktu majat turun dari rumah, setelah sembahjang djenadjah pada perkuburan dan sebagainya.
  5. Mengawal Perkuburan seperti yg berlaku dan banjak di kerdjakan di zaman jang lampau.
  6. Bang ( azan ) waktu memasukkan majat ke dalam kubur.
  7. Membina perkuburan ( membuat tembok sekeliling kubur, membuat sesuatu Bina di atas kubur.
  8. Ratib Salik dan Ratib di perkuburan seperti jang berlaku dan banjak dikerdjakan di zaman jang lampau.
  9. Membaca Al Qur An di rumah orang mati, seperti adat jang telah berlaku. Begitu djuga di perkuburan telah menjadi adat jang menurut anggapan penduduk tidak boleh di tinggalkan karena di sangka termasuk dalam Agama pada hal tidak.

Mengetahui

Bahwa di dalam Agama tidak ada satu alasan atau Dalil dari kitab Allah, Sunnah Rasulullah, Idjma’ Ulama dan Kias jang menunjukkan bahwa Pekerjaan – pekerdjaan itu disuruh atau sekurang kurangnya di izinkan mengerdjakan.

Menimbang

Bahwa hal – hal tersebut :
a. Sebahagiannya merusakkan Tekad Ketauhidan Kaum Muslimin.
b. Sebahagiannya melemahkan semangat beribadat.
c. Sebahagiannya membawa kepada membuang harta pada bukan tempatnya      ( Tabzir ) jang dilarang oleh Agama.
d. Umumnya mentjemarkan nama Islam dan Kaumuslimin di mata Dunia.

Memutuskan

  1. Pekerdjaan tersebut tidak di izinkan oleh Agama mengerdjakannya.
  2. Setjepat mungkin pekerdjaan – pekerdjaan itu mulai di tinggalkan.

Demikian supaya seluruh masyarakat Kaum Muslimin mendapat maklum dan mengamalkan keputusan ini.

Kuta Radja, 5 Mei 1948.
Atas nama Ulama – Ulama Seluruh Atjeh

dtto

( TGK M. DAUD BEUREUEH )

Atas Nama :
Pengurus2 Agama Seluruh Atjeh
Kepala Djabatan Agama Bhg Islam
dtto.

( TGK ABDURRAHMAN )

Atas nama Hakim – Hakim Seluruh Atjeh
Kepala Mahkamah Syari’ah Kres Atjeh
dtto.

( TGK H. Ahmad Hasballah Indrapuri )

Atas Nama : Pemimpin Sekolah Islam
Pemimpin Sekolah Islam Atjeh Besar
dtto

( IBRAHIM AMIN )

Di ketahui dan di setudjui oleh
Wkl Kepala Pedjabat Agama Kres Atjeh
dtto

( TGK M. NOER el IBRAHIM )

Di salin kembali oleh
Kepala Kantor Urusan Agama
Ketjamatan Bukit / Nosar Takengon.
dtto

( Abd Djalil B.H )

Bila Engkau Tidak Malu, Berbuatlah Semaumu…

bila engkau tidak malu

Salah seorang anak Al-Qa’nabi mengabarkan kisah ini.

Ayahku seorang pemabuk dan selalu bergaul dengan anak-anak muda berandalan. Suatu hari ia mengundang teman-temannya dan duduk di depan pintu, menanti kedatangan mereka. Ketika dia menunggu, Syu’bah berlalu di hadapannya dengan menunggang keledai, diikuti sejumlah orang yang berlomba untuk menyusul di belakangnya.

”Siapa itu? tanya al-Qa’nabi.
“Syu’bah,” jawab seseorang yang duduk di dekatnya.

“Dan siapa gerangan Syu’bah itu?”
”Seorang ulama hadits.”

”Bacakanlah sebuah hadits untukku.” Kata al-Qa’nabi yang (saat itu) mengenakan pakaian berwarna merah.

”Engkau bukanlah dari golongan ahli hadits, aku tidak berkewajiban meriwayatkannya kepadamu.” kata Syu’bah.

Al-Qa’nabi mengambil sebilah pisau dan menodongkannya ke arah Syu’bah.
”Engkau 
akan meriwayatkan sebuah hadits kepadaku, atau aku akan melukaimu!” ancam Al-Qa’nabi.

”Mansur meriwayatkan kepada kami, ” Syu’bah memulai,
”Dari Rabi’i dari Abu 
Mas’ud, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Bila engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari 6120).

Al-Qa’nabi melemparkan pisau tersebut ke tanah dan kembali ke dalam rumahnya. Diambilnya semua botol khamr dan menumpahkannya ke tanah. Ia berkata kepada ibunya,
”Teman-temanku akan 
datang sebentar lagi. Bila mereka datang, biarkanlah mereka masuk dan tawarkan kepada mereka makanan. Setelah mereka selesai, katakanlah apa yang aku lakukan terhadap (bolot-botol) khamr sehingga mereka akan pergi.”

Al-Qa’nabi pun segera berangkat menuju Madinah, dimana dia menghabiskan tahun- tahun berikutnya dalam hidupnya sebagai murid dari Imam Malik bin Anas, dan mendapatkan kehormatan meriwayatkan
hadits dari sang imam.

Sumber: Stories of Repentance
Oleh
Muhammad Abdul Maghawiri

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?

digital-waves-background

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?
Al Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Hafidzahullah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada 4 bulan yang haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” [At-Taubah: 36]

Empat bulan haram tersebut telah diterangkan dalam sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Tahun itu terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada diantara Jumaada dan Sya’ban.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu]

Hadits di atas menunjukkan bahwa Rajab termasuk bulan haram. Dinamakan bulan haram karena Allah ta’ala memberikan penkhususan terhadap bulan ini dengan mengagungkannya melebihi bulan-bulan yang lain, demikian pula dosa dan amal shalih di bulan-bulan ini dilipatgandakan. Baca lebih lanjut

[21- Akhir] Download Audio Pesantren Kilat Belajar Bahasa Arab Bersama Al- Ustadz Arif M. Sunusi Di Banda Aceh

daurah ba arab

Berikut adalah tautan untuk mengunduh rekaman Dauroh Islam Ilmiah
“Pesantren Kilat Belajar Bahasa Arab : Target Mampu Membaca Kitab dan Menerjemah,
Program 55 jam Bersama Al- Ustadz Arif M. Sunusi Di Banda Aceh”

Audio:

1. Sesi 21 : Download [Informasi File: 8,5 MB]

2. Sesi 22 : Download [ Informasi File: 11,9 MB]

3. Sesi 23 : Download [Informasi File: 7,6 MB]

4. Sesi 24 : Download [Informasi File: 10,3 MB]

5. Sesi 25 : Download [Informasi File: 9,1 MB

6. Sesi 26 : Download [Informasi File: 7,3 MB]

7. Sesi 27 : Download [Informasi File: 7,0 MB]

8. Sesi 28 : Download [Informasi File: 9,5 MB]

9. Sesi 29 : Download [Informasi File: 8,7 MB]

10. Sesi 30 : Download [Informasi File: 8,5 MB]

11. Sesi 31 : Download [Informasi File: 9,4 MB]

12. Sesi 32 : Download [Informasi File: 7,4 MB]

13. Sesi 33 : Download [Informasi File: 9,3 MB]

Semoga Bermanfaat

Baarakallahufiykum

wateroflife176x220

[11-20] Download Audio Pesantren Kilat Belajar Bahasa Arab Bersama Al- Ustadz Arif M. Sunusi Di Banda Aceh

daurah ba arab

Berikut adalah tautan untuk mengunduh rekaman Dauroh Islam Ilmiah
“Pesantren Kilat Belajar Bahasa Arab : Target Mampu Membaca Kitab dan Menerjemah,
Program 55 jam Bersama Al- Ustadz Arif M. Sunusi Di Banda Aceh”

Audio:

1. Sesi 11 : Download [Informasi File: 8,1 MB]

2. Sesi 12 : Download [ Informasi File: 6,4 MB]

3. Sesi 13 : Download [Informasi File: 9,6 MB]

4. Sesi 14 : Download [Informasi File: 11,1 MB]

5. Sesi 15 : Download [Informasi File: 19,1 MB

6. Sesi 16 : Download [Informasi File: 19,1 MB]

7. Sesi 17 : Download [Informasi File: 10,3 MB]

8. Sesi 18 : Download [Informasi File: 9,5 MB]

9. Sesi 19 : Download [Informasi File: 8,9 MB]

10. Sesi 20 : Download [Informasi File: 10,1]

Baarakallahufiykum
ecg176x220

[1-10] Download Audio Pesantren Kilat Belajar Bahasa Arab Bersama Al- Ustadz Arif M. Sunusi Di Banda Aceh

daurah ba arab

Berikut adalah tautan untuk mengunduh rekaman Dauroh Islam Ilmiah
“Pesantren Kilat Belajar Bahasa Arab : Target Mampu Membaca Kitab dan Menerjemah,
Program 55 jam Bersama Al- Ustadz Arif M. Sunusi Di Banda Aceh”

Audio:

1. Sesi 1 : Download [Informasi File: 6,2 MB]

2. Sesi 2 : Download [ Insyaallah Menyusul]

3. Sesi 3 : Download [Informasi File: 9,0 MB]

4. Sesi 4 : Download [Informasi File: 8,8 MB]

5. Sesi 5 : Download [Informasi File: 10,0 MB

6. Sesi 6 : Download [Informasi File: 7,8 MB]

7. Sesi 7 : Download [Informasi File: 8,9 MB]

8. Sesi 8 : Download [Informasi File: 6,9 MB]

9. Sesi 9 : Download [Informasi File: 11,1 MB]

10. Sesi 10 : Download [Informasi File: 9,3 MB]

Sumber: Syiar Tauhid Aceh